
Terima kasih, kautelah mengirimkan sepetak langit untukku
Langit kosong, tanpa lambaian nyiur atau matahari yang nyaris tenggelam
Seperti sepotong langit yang dikirimkan para kekasih
Ah, tapi aku sadar, aku bukan kekasihmu
Jadi memang sepetak langit kosong
Dengan segumpal awan yang nyaris pudar tapi tak jadi pudar
Agar aku bisa melukisinya sendiri
Dengan awan yang lebih cerah
Dengan hujan yang mengakhiri pertanyaan
Atau…dengan nyiur yang tak pernah melambai
Langitmu langit kosong yang tanpa janji
Tapi aku tahu, kamu akan melakukan sesuatu
Menuliskan namaku di setiap langkahmu
Walau dengan tulisan samar yang sekali hilang
Lalu kautuliskan lagi
Di langkah berikutnya
Tanpa harus aku tahu
Suatu kali,
Aku pernah menemukan jejakmu
Di tepi langit yang nyaris berakhir
Ada rupa cerita kita yang enggan terhapus
Kutanyakan, apakah kamu sengaja menyimpannya?
Kamu tidak menjawab
Hanya menebalkannya menjadi kenyataan
Bahwa perjamuan selalu ada akhir
Bahkan tanpa ucapan selamat jalan
Atau sampai ketemu lagi
Langit kosong, langit tanpa janji
Menepilah, seperti Semar menghembuskan nasehat
Hanya keyakinan yang menjadikan nyata
Bahwa suatu kali, kebijaksanaan itu hadir
Begitu dekat
Dengan tertawa
…Blegeg guweg ugeg–ugeg sak dulito hemel-hemel… eeeeeeee…..
Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4