Oleh : Titik Kartitiani Angin Jakarta menggoyang daun jambu di depan rumah sederhana, salah satu petak di antara jutaan petak yang berebut ruang. Saya melihat siluet lelaki itu, matanya menerawang melintasi teralis jendela, melewati waktu. Saya mengenalnya. Sangat. Terutama sepasang matanya yang tak pernah menua, tak tunduk pada rupa rambut…