Kita hanya duduk saja, dalam kesunyian musim Menunggu kabut yang menuai janji Ia datang mengendap tanpa derap Menyusup di celah bukit, Tubuh cemara yang menggigil oleh ketidaktahuan Bukankah ia kabut yang akrab? Ada apa di balik tubuh kabut? Kamu bertanya Kujawab, ada cahaya yang menautkan kita Bukankah setiap sel diciptakan…