Surat ini berkali-kali dibaca Opseter muda. Kemudian, disekanya surat itu lurus-lurus, kemudian ditaruhnya antara halaman 960 dan 965 dari buku pelajaran filsafatnya yang paling tebal, buku kesayangannya. (Halaman-halaman 961, 962, 963, dan 964 hilang lepas dari jilidannya, persis halaman-halaman yang menyudahi bab tentang etika). Paragraf di atas dari novel “Ziarah”…