Ia mengidolakan Cristobal Balenciaga. Ia mengagumi kemampuan Balenciaga yang bisa mendesain, memotong, menjahit, hingga menggelarnya dalam fashion show. Bukan berarti ia harus menjadi desainer Spanyol itu. Ia tetap menjadi Didi Budiardjo.

Detail ia mengingat moment itu. Termasuk desain yang membawa kemenangan untuknya. Judulnya Relung, Gelung, Krah. Sepotong evening dress berbahan taveta yang dihiasi dengan sulam benang emas. “Waktu itu cukup susah. Saya mendapat informasi bahwa benang sulam emas hanya ada di Klaten. Kita mencoba membuat itu,” ujarnya. Tak sia-sia upaya untuk menemukan hal yang tak biasa kala itu. Desain evening dress dengan sulaman benang emas menarik perhatian juri. Ia mendapatkan poin tertinggi dan menjadi juara.
