
Di haluan KLM Lady Denok, Mikael Seda, juru mesin, menggenggam handy talkie (HT). Matanya berusaha fokus ke bawah lambung kapal, menembus laut yang berubah jadi hitam oleh malam. Tubuh si Lady bergetar, diikuti pecah laut di ujung haluan.
“Yak… si Bongkok (panggilan mesra para ABK untuk jangkar) sudah mulai terlihat, ganti,” katanya seiring pinisi yang mulai beringsut meninggalkan Teluk Lalong dan hamparan cahaya kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Jam menunjukkan angka 23.45 WITA. Berarti lebih cepat 15 menit dari waktu yang direncanakan. Dimulailah perjalanan 5 hari memburu gerhana matahari.