Titik Kartitiani

Menu
  • Home
  • Articles
  • Notes
  • Fiction
  • Books
  • Speaker
  • About
Linkedin Instagram Facebook
  • Notes

    18 Januari 2024, Men-ZIARAH-i Iwan Simatupang, Selamat Ulang Tahun, Tokoh Kita!

    January 18, 2024 - By Titik Kartitiani

    Surat ini berkali-kali dibaca Opseter muda. Kemudian, disekanya surat itu lurus-lurus, kemudian ditaruhnya antara halaman 960 dan 965 dari buku pelajaran filsafatnya yang paling tebal, buku kesayangannya. (Halaman-halaman 961, 962, 963, dan 964 hilang lepas dari jilidannya, persis halaman-halaman yang menyudahi bab tentang etika). Paragraf di atas dari novel “Ziarah”…

    Continue Reading
  • Notes

    Mendaki yang Tak Lagi Jalan Sunyi

    January 3, 2019 - By Titik Kartitiani

    Para pendaki datang bertemu sunyi. Sunyi yang bercerita, sunyi yang bersahaja. Menjauh dari riuh. Mencari pangkal kabut, angin, dan aroma lumut. Memungut pesan Tuhan yang luput. Bertahun silam. Pada ilalang patah yang berkasih dengan sol sepatu. Saya tidak tahu bahwa itu demikian dahulu. Saya pertama kali mendaki gunung yaitu Gunung…

    Continue Reading
  • Notes - Uncategorized

    Sebab Perjalanan adalah Mencari Jarak Jarak Terdekat dengan Diri Sendiri (:Faisal Oddang dan Cok Sawitri di Borobudur Writers and Cultural Festival 2018)

    November 28, 2018 - By Titik Kartitiani

    Kita bepergian, tidak untuk menjauh. Tidak pula untuk memupuk langkah hingga menimbun diri dalam jarak. Lantas kita membusungkan dada pada tumpukan langkah itu, menasbihkan diri sebagai pengembara. Betulkah? Ketika pengembaraan adalah langkah sunyi. Yang terderngar hanyalah percakapan dengan diri sendiri. Kita pergi mencari diri sendiri. Banyak slogan serupa seolah menjadi…

    Continue Reading
  • Notes

    Bohemian Rhapsody, Sebuah Narasi Sunyi untuk Freddie

    November 10, 2018 - By Titik Kartitiani

    Dear Freddie, Hari ini adalah hari terakhir “Bohemian Rhapsody” diputar di kota di mana aku tinggal. Kota yang tak akan terpikir olehmu, apalagi di peta perjalanan tour-mu. Tapi itulah kenyataan, nada dan syairmu melebihi jangkauan geografismu, bahkan jangkauan usiamu. Engkau masih hidup kini, bernapas dalam lagu-lagu yang kukenali. “Tontonlah ini.…

    Continue Reading
  • Notes

    Sebuah Dapur di Ranu Pani

    August 11, 2018 - By Titik Kartitiani

    Aroma kayu yang mengabu, suara percikan api, dan kopi hangat dalam dingin. Lutut kita yang yang saling mendekat untuk obrolan sederhana tentang sebuah perjalanan dan hal yang tak menimbulkan pertikaian, kita akan selalu merindukannya. Dapur itu, dengan jelaga yang menghitam akan mengisahkan. Saya sedang ingin menyelesaikan buku Tempat Terbaik di…

    Continue Reading
  • Notes

    Ziarah Negeri Merah

    May 25, 2018 - By Titik Kartitiani

    Untuk mereka yang kesepian dan terasing, di rumahnya sendiri. Bagaimana jika keterasingan dan kesendirian adalah kemegahan sebab kita tak harus takluk pada apapun, bahkan pada cinta. Kautahu, Sayangku, penaklukkan pertama bermula dari kata: aku mencintaimu. Dalam diam, saya memandang berdebar pada argo taksi. Angka itu sudah di atas 100 Yuan,…

    Continue Reading
  • Notes

    Saudara dari Sinegal dan Stigma Itu

    May 19, 2018 - By Titik Kartitiani

    Namanya “Sinegal”, sebut saja begitu. Sebab ketika saya bertanya namanya, entah mungkin karena logat bahasa saya yang tak dimengerti olehnya, atau memang saya sudah tak punya tenaga sehingga suara saya tak sampai pada desibel yang bisa didengarnya, dia hanya menyebut saya dari Sinegal. Setiap kali bertanya, siapa namamu, dia selalu…

    Continue Reading
  • Notes

    Membicang Isu yang “Tak Seksi”: Jurnalisme Lingkungan

    March 4, 2018 - By Titik Kartitiani

    Isu ini tidak “seksi”, tetapi kenapa harus dibicangkan juga? Sebab kita hidup di satu bumi, belum ada Elysium untuk menjadi bumi ke-dua ketika bumi yang kita huni jadi rusak, atau halaman rumah kita tergenang air sebab es di kutub mencair. Berhubungan kah? SK Coffee Lab, Kediri, kembali mengadakan diskusi santai…

    Continue Reading
  • Notes

    Rusdi Mathari

    March 2, 2018 - By Titik Kartitiani

    Tak ada yang mati hari ini, Ini bukan obituari Tetapi hanyalah sebuah catatan perjalanan Ketika engkau tiba lebih dulu di tempat tujuan Meletakkan rasa sakit yang kausandang di tas punggungmu Dan kegelisahan itu Seperti kawan karib penjaga pusara Tak ada yang mati hari ini, Sebab hadirmu masih akan terus kami…

    Continue Reading
  • Notes

    Berdialog dengan Kenangan dalam buku “Perempuan Berkepang Kenangan”

    February 13, 2018 - By Titik Kartitiani

    Sastra (dalam hal ini cerpen) tak harus dibebani sebagai muatan. Biarlah ia mempertahankan eksistensinya sebagai ruang antara, antara fakta dan fiksi. Mungkin seperti itu juga kenangan bekerja, entah terbuat dari apa. “Terbuat dari apakah kenangan?” demikian pertanyaan Seno Gumira Ajidarma dalam sebuah cerita. Kenangan bisa jadi entitas yang utuh dan…

    Continue Reading
 Older Posts