Titik Kartitiani

Menu
  • Home
  • Articles
  • Notes
  • Fiction
  • Books
  • Speaker
  • About
Linkedin Instagram Facebook
  • Notes

    Toraja, Setiap Inci Tanahnya Bernapas

    March 21, 2014 - By Titik Kartitiani

    Kemarin sore saya buka email dari Mbak Dinny Jusuf, founder Toraja Melo. Katanya singkat: Hello Titik, Danny sedang mengukir tanah lagi! Tengokin ya setahun lagi. Salam dari kampung di atas awan! Hah, kampung di atas awan! Itu rumah Mbak Dinny di Batutomonga, Toraja. Terbayang kembali, hangat kopi toraja yang kami…

    Continue Reading
  • Notes

    Tentang Perempuan itu…

    February 28, 2014 - By Titik Kartitiani

    Hari Jumat, akhir Februari, Tiba-tiba saya ingat tentang seorang perempuan. Perempuan biasa, dengan paras biasa-biasa saja. Paras yang biasa-biasa saja itu semakin tak terlihat dan bahkan menjadi aneh ketika ia hanya bisa mengenakan busana yang ala kadarnya. Bukan karena miskin, walau tidak bisa dibilang kaya. Hanya perempuan ini kebetulan punya…

    Continue Reading
  • Notes

    Dari Sudut Mungil Sebuah Pit Fotografer

    February 24, 2014 - By Titik Kartitiani

    Malam itu, salah satu malam dari 4 malam yang saya lalui di Indonesia Fashion Week 2014. Sebuah event yang saya tidak menyangka sebelumnya, saya ada di sini. Untuk menulis, untuk melakukan tugas jurnalistik. Sebelumnya, sejujurnya, saya sungguh tidak tertarik dengan dunia fesyen. Lebih tepatnya, saya memandangnya sebagai dunia glamour, intrik,…

    Continue Reading
  • Notes

    Tentang Kedai Kopi yang Menghadap Hujan

    January 21, 2014 - By Titik Kartitiani

    Sebelumnya, terlalu berlebihan bila saya bercerita soal ini. Sebuah karya yang entah bagaimana nasibnya. Tapi sebenarnya, nasib selanjutnya dari karya itu, bukan lagi tujuan utama. Saat berhasil menyelesaikannya, sudah cukup untuk mengalungkan medali ke diri saya sendiri J Soal menulis fiksi, menang di lomba atau dimuat di media mainstream bagi…

    Continue Reading
  • Notes

    Kebun Ajaib Itu…

    January 15, 2014 - By Titik Kartitiani

    Ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi untuk sekadar merenung. Kalau yang jauh itu hutan (semalam saya mimpi motret asap mahameru, aneh juga), toko buku (saya suka melihat deretan buku – buku, membayangkan banyak sekali pemikiran berdiam di tiap kotaknya) dan kebun kebun ini, dua hari lalu. Bertemu dengan pemiliknya…

    Continue Reading
Newer Posts