Titik Kartitiani

Menu
  • Home
  • Articles
  • Notes
  • Fiction
  • Books
  • Speaker
  • About
Linkedin Instagram Facebook
  • Articles

    Catatan Menangani Green Movement Synchronize Festival 2025

    January 18, 2026 - By Titik Kartitiani

    Tahun 2025 menjadi titik penting dalam perjalanan saya menangani Green Movement Synchronize Festival. Festival musik multi genre yang mendatangkan sekitar 90.000 penonton selama 3 hari di Gambir Expo, Jakarta. Tahun ini bukan sekadar kelanjutan program, tetapi lompatan pendekatan, “salingxsilang” dari lintas pemangku kepentingan. Kegelisahan saya sudah lama. Saya “lahir” dari…

    Continue Reading
  • Articles

    Synchronize Festival, Berdiplomasi Melalui Musik Sembari Melestarikan Bumi (National Geographic Indonesia, September 2024)

    September 18, 2024 - By Titik Kartitiani

    Jika UK punya Glastonbury, membicarakan festival musik yang peduli lingkungan, Indonesia punya Synchronize Festival. Festival musik multigenre ini diselenggarakan setiap tahun di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta sejak 2016. Pada tahun 2019, Synchronize Festival mulai peduli dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sebuah festival musik. “Dalam tiga hari, timbunan sampah yang dihasilkan…

    Continue Reading
  • Articles

    Borneo’s Dayak adapt Indigenous forestry to modern peat management (Mongabay, Juni 2024)

    August 26, 2024 - By Titik Kartitiani

    A national drive to convert some 1 million hectares (2.5 million acres) of peatland into rice fields by then-president Suharto clear-cut a vast tract of Bornean rainforest in the 1990s, which many Indigenous Dayak considered to be a violation of customary rules. The project became a notorious environmental catastrophe. Much…

    Continue Reading
  • Articles

    Catatan Kecil di Balik Liputan Peri Berdaya Papua Field, Juara Anugerah Jurnalistik Pertamina 2022 (Pilar.id)

    August 26, 2024 - By Titik Kartitiani

    Bagi saya, Papua adalah enigma. Keindahan ganjil yang selalu dan selalu mengundang saya untuk datang. Saya pertama kali datang ke Papua tahun 2005 di Biak untuk meliput anggrek. Lalu diikuti perjalanan yang lain. Keragaman hayati khususnya flora betul-betul memikat saya. Pengalaman yang membuat saya speechless ketika saya punya kesempatan untuk…

    Continue Reading
  • Articles

    Citizen Scientist di Indonesia: Mereka yang Menamai yang Tak Bernama (National Geographic Indonesia)

    January 15, 2024 - By Titik Kartitiani

    (artikel ini didukung oleh Peliputan Berbasis Sains yang diselenggarakan “ISN-LAB” by SISJ (Society of Indonesian Science Journalists) dan didukung Google News Initiative) Ilmuan warga (citizen scientist) sudah lama memberi sumbangan senyap pada narasi pengetahuan, khususnya ilmu alam. Para naturalis yang hanya berbekal cinta dan hasrat pada penjelajahan memiliki energi tak terbatas…

    Continue Reading
  • Articles

    Jelajah Sapat Hawung 2023: Enigma Terra Incognita (National Geographic Indonesia)

    January 15, 2024 - By Titik Kartitiani

    Di jantung hutan hujan Kalimantan, menghampar misteri dan keajaiban yang belum tersentuh. Segenap peneliti muda flora fauna menulis ulang narasi eksplorasi para naturalis. Setiap langkah adalah hasrat, keingintahuan, dan penemuan untuk mencatat biodiversiti tanah Borneo yang membentangkan permadani alam yang rumit. “Saya bukan peneliti, tapi saya bisa menangkap aura kecantikan…

    Continue Reading
  • Articles

    Sebuah Zaman di Secangkir Kopi (National Geographic Traveler, September 2016)

    February 1, 2018 - By Titik Kartitiani

    A cup of java, sebutan untuk kopi yang mendunia. Berawal dari tahun 1893, World’s Columbian Exhibition, Chicago,  di stan Java Village ketika pengunjung berseru “a cup of java” untuk kopi arabika yang ditanam di Jawa oleh Belanda. Saya mengunjungi tempat kopi jawa itu berasal, 2 abad kemudian. Dua cangkir kopi…

    Continue Reading
  • Articles - Uncategorized

    Balinese Indigenous Wisdom Against Food Paradox

    October 24, 2017 - By Titik Kartitiani

    by Titik Kartitiani Ngaben. Thousands of people came, hundreds of tonds of rice during the ceremony cooked, hundreds of pounds of fruits served, dozens of pigs, all food abundance is accompanied by readings this ceremony. Is there any wasted food?     For Balinese, ceremonies such as breathing. Starting to…

    Continue Reading
  • Articles

    Mereka yang Bergantung pada Matahari (INTISARI, Juni 2017)

    August 5, 2017 - By Titik Kartitiani

    Nun jauh di pulau-pulau yang hanya menyisakan koordinat, matahari (sel surya) menjadi sumber energi untuk memberi nada dari radio dan televisi yang menyala. Untuk mengubah gulita menjadi cahaya di pulau yang mengapung di perairan Indonesia. Ketika mengunjungi pulau-pulau kecil dan terluar Indonesia wilayah kerja Direktorat Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan…

    Continue Reading
  • Articles

    Sekeranjang Mimpi Menuju Danau Suci (National Geographic Traveler Indonesia, Juni 2017)

    August 5, 2017 - By Titik Kartitiani

    Kameswara, Raja Kediri (1180-1190) melakukan perjalanan suci ke Gunung Semeru dan danau suci Ranu Kumbolo untuk bersemadi. Demikian prasasti Ranu Kumbolo menuliskan. Di danau suci itu saya menemukan anggrek endemik yang mengisi keranjang mimpi. Bunga kecil warna oranye itu menyembul di celah batang cemara gunung (Casuarina junghuhniana). Batangnya berlekuk kelabu…

    Continue Reading
 Older Posts