Saya memanggilnya “Christ“, walau sebetulnya lebih mudah bila saya menulis “Kris”. Tapi menulis dengan huruf lengkap itu unik juga rasanya. Saya kenal dari tulisannya di Kompasiana, tentang bule yang dirental. Tulisan yang membuat saya mengerutkan kening, lalu tertawa. Lalu saya membaca hampir semua tulisannya di blognya. Tulisan satir tentang hubungan “bule”…