Titik Kartitiani

Menu
  • Home
  • Articles
  • Notes
  • Fiction
  • Books
  • Speaker
  • About
Linkedin Instagram Facebook
  • Dear Sausan

    Kamu Cantik Hanya Karena Kamu Anak Ibu

    January 24, 2014 - By Titik Kartitiani

    “Sausan tidak mau sekolah, semua tidak ada yang teman. Hanya Hari Senin saja yang teman, lainnya tidak,” katanya. Itu awal dari ribetnya berangkat sekolah beberapa minggu lalu. Sampai kemudian tercetus,” Sausan mau putih. Sausan mau cantik biar ada yang teman di Hari Selasa-Sabtu.” Ternyata, ada satu anak yang lumayan besar…

    Continue Reading
  • Dear Sausan

    Surat Kecil dari Sausan

    January 24, 2014 - By Titik Kartitiani

    January. 18. 2014. 06.00 AM Pyaaarr!!! Suara keras sekali di dapur yang membangunkan saya. Ayahnya lagi di depan rumah. Saya ke dapur, bocah kecil itu berdiri dengan ketakutan. Di lantai, beling berserakan. Karena bangun tidur yang baru sejam, kepala saya sungguh pening. Wajah yang tertekuk itu bikin bocah kecil itu…

    Continue Reading
  • Culture

    Gladiator

    January 22, 2014 - By Titik Kartitiani

    Sebuah pertemuan, di sebuah tanah lapang yang luas. Dipagari bukit dan hijau yang demikian gembira. Tapi sebuah pertemuan, adalah pertaruhan. Mata menatap mata. Taji beradu taji. Menjadi menang atau pecundang, nasibnya sama. Sesaat dipuja, lalu terkapar di pisau dapur. Tapi kami para gladiator. Tarian kematian dan darah adalah hidup kami.…

    Continue Reading
  • Notes

    Tentang Kedai Kopi yang Menghadap Hujan

    January 21, 2014 - By Titik Kartitiani

    Sebelumnya, terlalu berlebihan bila saya bercerita soal ini. Sebuah karya yang entah bagaimana nasibnya. Tapi sebenarnya, nasib selanjutnya dari karya itu, bukan lagi tujuan utama. Saat berhasil menyelesaikannya, sudah cukup untuk mengalungkan medali ke diri saya sendiri J Soal menulis fiksi, menang di lomba atau dimuat di media mainstream bagi…

    Continue Reading
  • Gardening and landscaping

    Kanvas Hijau yang Dilukis Waktu

    January 17, 2014 - By Titik Kartitiani

    Jikalau ingin membuat meja, kita membutuhkan kayu. Untuk mendapatkan kayu, kita butuh pohon. Untuk menumbuhkan pohon, kita butuh tanah. Sedangkan untuk membuat tanah, kita butuh Dia. Syair di atas berasal dari seni grafis karya Sunaryo yang terinspirasi dari nyanyian seorang anak kecil di Italia. Nada dengan bahasa asing yang awalnya…

    Continue Reading
  • Poetry

    Jejak Tanah

    January 17, 2014 - By Titik Kartitiani

    Yang masih tertinggal saat hujan baru saja pergi Meninggalkan jejak di kursi taman Berupa lumut yang sudah menghijau Tanpa sentuhan tanganku dan tanganmu Seperti kala itu Kita pernah di sini Bercerita tentang peta – peta perjalanan Ingin benar engkau temukan jawaban dari garis – garis usang legenda itu Bagaimana matamu…

    Continue Reading
  • Notes

    Kebun Ajaib Itu…

    January 15, 2014 - By Titik Kartitiani

    Ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi untuk sekadar merenung. Kalau yang jauh itu hutan (semalam saya mimpi motret asap mahameru, aneh juga), toko buku (saya suka melihat deretan buku – buku, membayangkan banyak sekali pemikiran berdiam di tiap kotaknya) dan kebun kebun ini, dua hari lalu. Bertemu dengan pemiliknya…

    Continue Reading
  • Nature

    Hujan di Ciwalen Canopy Trail

    January 15, 2014 - By Titik Kartitiani

    Foto ini mengingatkan saya betapa saya jatuh cinta dengan hujan. Aromanya, kilau butiran air, dinginnya, semuanya, mengingatkan saya pada sebuah kebebasan. Scene yang tak sengaja, saat kami jalan ke Ciwalen Canopy Trail. Jembatan sepanjang 120m, lebarnya 60cm, dan tinggi 60-70m. Tempat kita bisa melihat pucuk pohon, kera, burung, dan juga…

    Continue Reading
  • Sketch

    Ian

    January 13, 2014 - By Titik Kartitiani

    He is a barista in JJ Royal Bistro, Senayan City, Jakarta. I met him when I took photograph and interviewed for Home Garden magazine, next February 2014 edition. The theme are coffee pairing and the latte art. Talking about coffee always be interesting moment for me. And Ian, the barista…

    Continue Reading
  • Sketch

    Lines from My Best Friend

    January 8, 2014 - By Titik Kartitiani

    January.18.2011. Almost late at night I came to that room up the stairs. That is my favourite room in Andie’s house in Bandung, West Java (I called his house is Twilight Villa), the place that I escape for. I didn’t really sleep in that room. Always waiting the sunrise came…

    Continue Reading
 Older Posts
Newer Posts