Titik Kartitiani

Menu
  • Home
  • Articles
  • Notes
  • Fiction
  • Books
  • Speaker
  • About
Linkedin Instagram Facebook
  • Culture

    Bapang Itu, dan Saya Jatuh Cinta Padanya

    July 26, 2016 - By Titik Kartitiani

    Bapang itu revolusioner. Ia mewakili watak ugal-ugalan, pemberontak, pemberani, dan pembuat masalah.  Ia semacam bad boy, meski mengesalkan tapi dirindukan. Seorang trouble maker bila dia gagah dan pemberani, bukankah layak dijatuhi cinta? Dari keberanian dan pemberontakan, dari sanalah perubahan berasal. Purnama meninggalkan wajah bulan 3 hari lalu, tapi ia masih terang menggantung…

    Continue Reading
  • Articles

    Maestro Pribumi Kang Abadi (JAYA BAYA, Juni 2012)

    June 24, 2016 - By Titik Kartitiani

    Sasuwene iki,  pameran lukisan ing Indonesia, durung tau ana sing arep mlebu wae nganggon antri luwih saka 10 meter sakliyane pameran lukisane Raden Saleh.   Surya wis gumlewang mangulon nalika JB teka ana ing Galeri Nasional, Jakarta tanggal 17 Juni 2012. Dina kuwi dina pungkasan pameran lukisane Raden Saleh kang…

    Continue Reading
  • Gallery

    Anak-Anak di Tepi Batanghari

    June 19, 2016 - By Titik Kartitiani

    Jika Batanghari adalah puisi Anak-anak di tepi Batanghari adalah bait yang belum selesai Pada mereka rima itu dititipkan Dari senyumnya tanah ini dipinjamkan Batanghari itu Ketika 800 KM memanjang membelah Sumatera 29 Mei 2016

    Continue Reading
  • Articles

    Menghampiri Banggai (National Geographic Traveler, Mei 2016)

    June 7, 2016 - By Titik Kartitiani

    Di haluan KLM Lady Denok, Mikael Seda, juru mesin, menggenggam handy talkie (HT). Matanya berusaha fokus ke bawah lambung kapal, menembus laut yang berubah jadi hitam oleh malam. Tubuh si Lady bergetar, diikuti pecah laut di ujung haluan. “Yak… si Bongkok (panggilan mesra para ABK untuk jangkar)  sudah mulai terlihat,…

    Continue Reading
  • Articles

    Kekinian Sang Panji

    April 3, 2016 - By Titik Kartitiani

    Wangi dupa berbaur rancak tetabuhan gamelan menyajikan kemegahan panggung yang terawat di tengah zaman yang berubah. Topeng-topeng itu menyajikan wajah masa silam, simpul pertalian dengan para perakit beradaban tanah Jawa. Teks: Prasto Wardoyo/ Foto: Titik Kartitiani   Malang tak sekadar hawa sejuk. Atau tenar sebagai kota pendidikan lantaran institusi pendidikan …

    Continue Reading
  • Articles - Uncategorized

    Membaca Catatan Batu Bata di Trowulan

    April 2, 2016 - By Titik Kartitiani

    Semua candi berbahan batu bata yang tak lapuk oleh zaman. Arsitektur berbentuk persegi, dengan permainan garis dari susunan batu bata ini tak seperti candi yang terkenal dengan reliefnya. Meski demikian, kita bisa membacanya sebagai kisah masa Majapahit berjaya. Teks: Prasto Wardoyo/Foto: Titik Kartitiani Situs Trowulan, demikian peninggalan kejayaan Majapahit ini…

    Continue Reading
  • Articles

    Fesyen Tempatnya Bernapas dan Hidup (The Actual Style, Desember 2013)

    February 18, 2016 - By Titik Kartitiani

    Ia mengidolakan Cristobal Balenciaga. Ia mengagumi kemampuan Balenciaga yang bisa mendesain, memotong, menjahit, hingga menggelarnya dalam fashion show. Bukan berarti ia harus menjadi desainer Spanyol itu. Ia tetap menjadi Didi Budiardjo.   Detail ia mengingat moment itu. Termasuk desain yang membawa kemenangan untuknya. Judulnya Relung, Gelung, Krah. Sepotong evening dress…

    Continue Reading
  • Articles

    Bromo, Sejarah Matahari Merah Darah (National Geographic Indonesia, Januari 2016)

    February 17, 2016 - By Titik Kartitiani

    John Whitehead, ornitholog yang melakukan pendakian ke Bromo pada tahun 1880-an demi memburu pemandangan matahari terbit “merah darah”. “Bromo “belum sehat”, wisata dialihkan. Tapi kami aman,” kata Martolo. Ia dan masyarakat yang bermukim di sekitar Bromo sudah terbiasa dengan aktivitas Bromo. Menurut kepercayaan Suku Tengger, ketika Bromo sedang erupsi takkan…

    Continue Reading
  • Uncategorized

    Tamasya Duka di Lumpur Lapindo

    October 17, 2015 - By Titik Kartitiani

    Lumpur Lapindo adalah panggung berita dan kepentingan. Adalah kisah bagaimana profesi jurnalis takluk pada pemilik modal. Sialnya, pemilik modal adalah pihak yang mestinya bertanggung jawab pada tragedi penguburan 13 desa ini. Dia “tega” mencalonkan jadi presiden! Padang gersang yang lupa bagaimana hidup pernah melahirkannya Aku hanya mengenal satu frasa dengan…

    Continue Reading
  • Sketch

    Christophe Dorigne Thomson

    May 18, 2015 - By Titik Kartitiani

    Saya memanggilnya “Christ“, walau sebetulnya lebih mudah bila saya menulis “Kris”. Tapi menulis dengan huruf lengkap itu unik juga rasanya. Saya kenal dari tulisannya di Kompasiana, tentang bule yang dirental. Tulisan yang membuat saya mengerutkan kening, lalu tertawa. Lalu saya membaca hampir semua tulisannya di blognya. Tulisan satir tentang hubungan “bule”…

    Continue Reading
 Older Posts
Newer Posts